Loketa oh loketa...
Aku bingung sendiri nih.
Aku didaftarkan untuk mengikuti lomba sholat berjamaah.
Tapi akunya gak PeDe... :(
Tapi, mencoba dulu dong..
Siapa tahu menang!
:D Semangat! :D
Rabu, 19 Januari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Kenapa ya, kok moodnya jelek?
Kenapa ya, kok akhir-akhir ini mood ku lagi jelek.
Hari ini aja jarang ketawa.
Ketawa hanya untuk dipaksakan.
Sama saja bohong dong, bu...,
Pusing...!! Dua hari lagi ceritanya dikumpulin.
Belum selesai! Gimana dong..? >.<
Hari ini aja jarang ketawa.
Ketawa hanya untuk dipaksakan.
Sama saja bohong dong, bu...,
Pusing...!! Dua hari lagi ceritanya dikumpulin.
Belum selesai! Gimana dong..? >.<
Sabtu, 15 Januari 2011
Yotsuba!!
Pengertian Drum bass.
Drum bass merupakan instrumen drum dalam keluarga instrumen musik perkusi dengan diameter berukuran besar untuk menghasilkan suara dalam intonasi nada rendah (bass). Terdapat tiga klasifikasi umum atas drum bass: drum bas konser, 'kick' drum , dan pitched bass drum. Jenis yang umum dilihat atau didengar dalam penampilan orkestra atau concert band adalah drum bass konser. 'Kick' drum merupakan drum bass pada drumkit yang dilengkapi pedal. Picthed bass drum atau disebut pula marching bass drum umumnya digunakan dalam grup marching band, biasanya terdiri dalam beberapa ukuran dengan intonasi nada tertentu yang dapat diatur. Dalam permainan marching band, beberapa pitched drum bass (3 sampai dengan 5 buah drum bass) dalam ukuran berbeda digunakan bersama-sama.
Penggunaan
Drum bass digunakan dalam penampilan musik orkestra, concert band, marching band, dan dalam musik populer abad ke-20 sebagai komponen drumkit dalam jenis musik jazz dan rock. Dalam musik populer, drum bass digunakan sebagai pemandu tempo/beat lagu. Pada jenis musik rock and roll, drum bass dimainkan pada birama pertama dan ketiga, dengan snare drum pada birama ke dua dan ke empat. Sementara pada musik Jazz bisa berbeda-beda dan dikembangkan dari semula hanya sebatas penjaga tempo menjadi ikut masuk dalam alunan melodi sebagai bagian dalam permainan musik secara keseluruhan. Dalam musik klasik, efek drumm bass seringkali digunakan untuk memberikan atau menambahkan tekanan pada suatu bagian dalam permainan musik.
Drum bass konser
Ukuran sebuah drum bass konser umumnya lebih besar dibandingkan jenis bass drum lainnya dengan lingkar membran berdiameter sekitar 36". Drum bass ini dimainkan dengan menggunakan sebuah atau sepasang mallet berbantalan. Biasanya tangan kanan digunakan untuk memainkan drum tersebut dan tangan kiri untuk meredam suara yang dihasilkan.
Terdapat banyak jenis timbra, atau warna suara yang dapat dihasilkan oleh drum bass konser bergantung pada teknik yang digunakan untuk memainkannya. Drum bass konser kadang-kadang pula digunakan untuk membuat efek suara tertentu seperti suara gelegar suara petir, ataupun gempa bumi.
Drum bass drumkit
Gnome-mime-audio-openclipart.svg
Bass drum
Putar suara
Contoh suara drum bass drumkit, 54 KB
Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.
Drum bass drum kit adalah jenis yang paling umum dikenali oleh publik karena digunakan hampir dalam semua jenis musik populer yang ada saat ini. Drum bass drumkit biasanya dilengkapi dengan malet berpedal dan dimainkan dengan menggunakan kaki, umumnya kaki sebelah kanan. Sebuah drum bass drumkit disebut pula sebagai foot drum atau secara singkat foot.[1]
Diameter drum bass drumkit umumnya jauh lebih kecil, umumnya berdiameter antara 22" hingga 20", namun ada pula yang berukuran 16" hingga 26", dengan kedalaman antara 14" hingga 22", namun normalnya antara 18" atau 16". Ukuran standar drum bass yang umum digunakan adalah 22" x 18". Banyak produsen saat ini yang mempopulerkan konsep 'power drum' sebenarnya mirip dengan tom-toms, dengan kedalaman 18" (22" x 18").
Marching bass drum
"Bass line" adalah ensembel musik unik yang terdiri atas beberapa marching bass drum dalam ukuran berbeda-beda yang umumnya digunakan dalam marching band. Tiap drum bass dimainkan oleh seorang drummer dan menghasilkan suara yang berbeda dengan drum bass yang lainnya. Bentuk permainan beberapa drum bass tersebut merupakan kombinasi, bersahut-sahutan, ataupun permainan secara serentak sehingga membentuk suatu rangkaian melodi tertentu dalam irama bass. Hal tersebut membuat teknik bermain menjadi sangat kompleks dan membutuhkan keahlian para pemainnya untuk dapat memainkan drum bass tersebut dengan baik.
Penggunaan
Drum bass digunakan dalam penampilan musik orkestra, concert band, marching band, dan dalam musik populer abad ke-20 sebagai komponen drumkit dalam jenis musik jazz dan rock. Dalam musik populer, drum bass digunakan sebagai pemandu tempo/beat lagu. Pada jenis musik rock and roll, drum bass dimainkan pada birama pertama dan ketiga, dengan snare drum pada birama ke dua dan ke empat. Sementara pada musik Jazz bisa berbeda-beda dan dikembangkan dari semula hanya sebatas penjaga tempo menjadi ikut masuk dalam alunan melodi sebagai bagian dalam permainan musik secara keseluruhan. Dalam musik klasik, efek drumm bass seringkali digunakan untuk memberikan atau menambahkan tekanan pada suatu bagian dalam permainan musik.
Drum bass konser
Ukuran sebuah drum bass konser umumnya lebih besar dibandingkan jenis bass drum lainnya dengan lingkar membran berdiameter sekitar 36". Drum bass ini dimainkan dengan menggunakan sebuah atau sepasang mallet berbantalan. Biasanya tangan kanan digunakan untuk memainkan drum tersebut dan tangan kiri untuk meredam suara yang dihasilkan.
Terdapat banyak jenis timbra, atau warna suara yang dapat dihasilkan oleh drum bass konser bergantung pada teknik yang digunakan untuk memainkannya. Drum bass konser kadang-kadang pula digunakan untuk membuat efek suara tertentu seperti suara gelegar suara petir, ataupun gempa bumi.
Drum bass drumkit
Gnome-mime-audio-openclipart.svg
Bass drum
Putar suara
Contoh suara drum bass drumkit, 54 KB
Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihat bantuan.
Drum bass drum kit adalah jenis yang paling umum dikenali oleh publik karena digunakan hampir dalam semua jenis musik populer yang ada saat ini. Drum bass drumkit biasanya dilengkapi dengan malet berpedal dan dimainkan dengan menggunakan kaki, umumnya kaki sebelah kanan. Sebuah drum bass drumkit disebut pula sebagai foot drum atau secara singkat foot.[1]
Diameter drum bass drumkit umumnya jauh lebih kecil, umumnya berdiameter antara 22" hingga 20", namun ada pula yang berukuran 16" hingga 26", dengan kedalaman antara 14" hingga 22", namun normalnya antara 18" atau 16". Ukuran standar drum bass yang umum digunakan adalah 22" x 18". Banyak produsen saat ini yang mempopulerkan konsep 'power drum' sebenarnya mirip dengan tom-toms, dengan kedalaman 18" (22" x 18").
Marching bass drum
"Bass line" adalah ensembel musik unik yang terdiri atas beberapa marching bass drum dalam ukuran berbeda-beda yang umumnya digunakan dalam marching band. Tiap drum bass dimainkan oleh seorang drummer dan menghasilkan suara yang berbeda dengan drum bass yang lainnya. Bentuk permainan beberapa drum bass tersebut merupakan kombinasi, bersahut-sahutan, ataupun permainan secara serentak sehingga membentuk suatu rangkaian melodi tertentu dalam irama bass. Hal tersebut membuat teknik bermain menjadi sangat kompleks dan membutuhkan keahlian para pemainnya untuk dapat memainkan drum bass tersebut dengan baik.
Instrumen musik perkusi.
Instrumen perkusi pada dasarnya merupakan benda apapun yang dapat menghasilkan suara baik karena dipukul, dikocok, digosok, diadukan, atau dengan cara apapun yang dapat membuat getaran pada benda tersebut. Istilah instrumen perkusi biasanya digunakan pada benda yang digunakan sebagai pengiring dalam suatu permainan musik.]
Sejarah
Antropolog dan sejarawan umumnya berpendapat instrumen musik perkusi merupakan alat bantu bermain musik pertama yang pernah diciptakan, sementara suara manusia merupakan alat musik pertama yang digunakan manusia. Instrumen perkusi seperti tangan, kaki, tongkat, batu, dan batang kayu sangat mungkin masuk sebagai generasi selanjutnya dalam evolusi musik.
Seiring dengan dibuatnya perkakas yang digunakan untuk berburu, dan bertani, keahlian dan teknologi yang ada membuat manusia mampu untuk membuat instrumen yang lebih kompleks. Sebagai contoh, batangan kayu sederhana dilubangi agar menghasilkan bunyi dalam intonasi yang lebih panjang (sebagai contoh: bedug, gendang), dan beberapa instrumen tersebut selanjutnya dikombinasikan untuk menghasilkan ragam suara yang berbeda.
Klasifikasi
Instrumen perkusi diklasifikasikan ke dalam bermacam-macam kriteria, kadang-kadang bergantung pada konstruksinya, adat istiadat/tradisi, fungsi dalam teori musik dan orkestra, atau kelaziman dengan pengetahuan umum yang ada.
Instrumen perkusi kadang-kadang dikasifikasikan sebagai "instrumen berintonasi" atau "instrumen tak berintonasi". Meskipun benar, klasifikasi demikian secara luas terlihat masih kurang tepat. Klasifikasi yang dianggap lebih informatif dalam menjelaskan suatu instrumen perkusi adalah berdasarkan satu atau beberapa dari empat paradigma berikut:
Berdasarkan cara suara dihasilkan
Banyak literatur, termasuk dalam "Teaching Percussion" oleh Gary Cook dari Universitas Arizona, mulai meneliti karakteristik fisik dari instrumen dan cara suara dihasilkan. Paradigma ini dianggap sebagai metode yang paling dapat diterima secara keilmuan dan memudahkan untuk membuat model penamaan dibandingkan dengan paradigma lain yang lebih bergantung pada sejarah dan lingkungan sosial yang ada. Dari hasil observasi dan sejumlah eksperimen, penentuan berdasarkan klasifikasi dari metode suara dihasilkan bisa dimasukkan pada salah satu dari lima kategori berikut:
Idiofoni
"Idiofoni menghasilkan suara melalui getaran dari seluruh badan instrumen."[1] Contoh instrumen-instrumen yang termasuk dalam kategori idiofoni:
* Bel
* Bock-a-da-bock
* Celesta
* Chimes
* Simbal
* Hi-hat
* Marimba
* Singing bowls
* Slit drum
* Suspended Cymbal
* Triangle
* Vibraphone
* Wood block
* Xylophone
* Vibraslap
* Cabasa
* Güiro
Membranofoni
Kebanyakan instrumen perkusi yang dikenal sebagai "drum" termasuk dalam kategori membranofoni. "Membranofoni menghasilkan suara saat membran tersebut dipukul."[1] Contoh instumen-instrumen yang termasuk dalam kategori membranofoni:
* Snare drum
* Tom-tom
* Drum bass
* Timpani
* Drum bongo
* Djembe
* Conga
Kordofoni
Hampir semua jenis instrumen yang termasuk dalam kategori "kordofoni" didefinisikan sebagai string instrument, beberapa contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
* Hammered dulcimer
* Piano
* Onavillu
* Harpsichord
Aerofoni
Hampir semua jenis instrumen yang masuk dalam kategori "aerofoni" didefinisikan sebagai instrumen musik tiup kayu seperti saksofon, pada instrumen tersebut suara dihasilkan karena tiupan udara kedalam instrumen. Namun beberapa jenis instrumen berikut, jika digunakan dalam suatu permainan musik, dimainkan sebagai bagian dalam ensembel perkusi.
* Whip crack
* Sirine
* Pistol: ledakkan pistol dikategorikan sebagai bentuk suara yang dihasilkannya.
Elektrofoni
Elektrofoni termasuk pula sebagai instrumen perkusi. Dalam konteks yang lebih sempit, setiap instrumen yang masuk dalam kategori elektrofoni membutuhkan spiker (benda yang termasuk dalam kategori "idiofoni" yang menekan udara sehingga menciptakan gelombang suara). Beberapa contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
* Komputer dan instrumen MIDI (contoh: drum machine atau zenddrum)
* Theremin
Berdasarkan fungsi pada permainan musik atau orkestra
Pengklasifikasian berdasarkan fungsi dibedakan pada: instrumen perkusi bernada, dan instrumen perkusi tak bernada.
Sebagai contoh, beberapa instrumen perkusi (seperti Marimba dan timpani) menghasilkan suara pada intonasi yang kuat sehingga dapat memainkan melodi dan berfungsi menciptakan harmoni dalam permainan musik. Instrumen lain seperti simbal dan snare drum menghasilkan suara tak bernada.
Instrumen musik perkusi bernada
Instrumen perkusi dalam kelompok ini kadang-kadang disebut sebagai "tuned", "pitched" atau sederhananya "pit".
Contoh instrumen perkusi bernada:
* Chimes
* Crotales
* Glass harp
* Glass harmonica
* Lira
* Marimba
* Steelpan
* hang drum
* Tubular bell
* Timpani
* Tuned Triangle
* Vibraphone
* Wind chimes
* Xylophone
* Xylo-marimba
* Tabla
Instrumen musik perkusi tak bernada
Instrumen yang termasuk dalam kategori ini kadang-kadang disebutkan sebagai "non-pitched", "unpitched", atau "untuned". Fenomena atas ini muncul disebabkan suara yang dihasilkan oleh instrumen memiliki frekuensi yang kompleks sehingga tidak dapat ditentukan sebagai sebuah nada.
Contoh instrumen perkusi tak bernada:
* Anvil
* Drum bass
* Castanets
* Simbal
* Gong
* Snare drum
* Tom-tom
* Rainstick
Bedasarkan kelaziman menurut pengetahuan umum
Meskipun sulit untuk mendefinisikan arti dari "pengetahuan umum", terdapat beberapa instrumen yang digunakan oleh perkusionis dan komposer dalam permainan musik yang tidak dapat layak dimasukkan sebagai sebuah instrumen musik . Karenanya, untuk membedakan instrumen satu dengan lainnya adalah berdasarkan penerimaan dan pertimbangan dari pendengar secara umum.
Contoh, banyak kalangan menganggap anvil, brake drum, atau kaleng drum yang digunakan untuk menampung minyak sebagai instrumen musik, meski benda-benda tersebut cukup sering digunakan oleh komposer dan perkusionis dalam musik modern yang ada saat ini.
Beberapa jenis instrumen musik perkusi yang termasuk dalam kategori ini adalah:
Populer
* Drum kit
* Gong
* Tamborin
Kurang populer
* Sapu
* Pot bunga
* Botol galon
* Kaleng minuman
* Pipa besi
* Tas plastik
* Kereta belanja
* Roda sepeda
* Bebatuan
* Tong
Berdasarkan Adat istiadat/tradisi
Diskusi atas instrumen perkusi terkait dengan budaya asal atas instrumen tersebut merupakan hal yang tidak umum dilakukan karena cenderung akan membuat pemisahan divisi atara instrumen yang masuk dalam kategori "umum" atau "modern", dengan instrumen tradisional yang memiliki kegunaan atau nilai sejarah yang kuat pada tradisi masyarakat ataupun suku bangsa tertentu.
Instrumen perkusi tradisional
Beberapa jenis instrumen perkusi yang termasuk dalam kategori ini adalah:
* Berimbau
* bodhrán
* Bombo legüero
* Cajon
* Dhol
* Dholak
* Djembe
* Gamelan
* Kpanlogo
* Lagerphone
* Latin percussion
* Marimbula
* Pogo cello
* Steelpan
* Thavil
* Urumee
* Udukai
* Mridangam
* Taiko
* Timbal
* Tonbak
Drum umum
Kategori berikut mencakup instrumen-instrumen yang populer dan luas digunakan di dunia:
* Drum kit, typically consisting of:
o Drum bass
o Snare drum
o Floor tom
o Tom-tom drums
o Hi-Hat cymbals
o Crash cymbal
Fungsi
Instrumen musik perkusi tidak hanya dimainkan sebagai pengiring/ritmis, melainkan pula sebagai melodi dan memainkan harmoni.
Perkusi umum dianggap sebagai "tulang punggung", atau "jantung" dari sebuah pertunjukan musik, dalam permainan seringkali dikolaborasikan bersama instrumen bass. Pada musik jazz dan musik populer, bassis dan drummer seringkali dikelompokkan sebagai seksi ritmis. Kebanyakan musik-musik klasik yang ditulis untuk penampilan sebuah orkestra penuh sejak zaman Hadyn dan Mozart menggunakan alat-alat musik string, tiup kayu, dan tiup logam. Namun demikian, seringkali setidaknya sepasang timpani diikutsertakan di dalamnya, meski tidak digunakan secara aktif dalam keseluruhan pertunjukkan (hanya mengisi bagian-bagian tertentu). Pada abad ke delapan belas dan sembilan belas, jenis instrumen musik perkusi yang digunakan mulai beragam seperti triangle dan simbal, meski masih berfungsi seperti halnya timpani, untuk memberi penekanan pada bagian tertentu dalam musik. Barulah pada abad ke dua puluh instrumen musik perkusi mulai sering digunakan dalam pertunjukkan musik-musik klasik.
Dalam setiap jenis musik, perkusi memainkan peranan yang penting. Dalam pertunjukkan marching band, perkusi digunakan sebagai penjaga tempo, dan beat yang memungkinkan para pemain berjalan secara serempak dan dalam irama dan kecepatan yang sama. Dalam musik jazz klasik, pendengar dapat dengan segera membedakan jenis ritme dari hi-hat atau bunyi simbal saat kata "swing" diucapkan. Dalam kultural musik yang lebih populer, hampir tidak mungkin untuk menamakan tiga atau jenis irama pada musik rock, hip-hop, rap, funk atau bahkan soul karena pola permainan perkusi tidak memiliki irama dengan beat yang sama.
Disebabkan ragam jenis instrumen perkusi yang luas, tidak jarang ditemukan ensembel musik besar dengan keseluruhan instrumen yang dimainkannya adalah instrumen perkusi. Ritmis, melodi, dan harmoni semua muncul dan hidup dalam penampilan tersebut, dan seringkali merupakan pertunjukan yang menarik.
Dari: Wikipedia
Sejarah
Antropolog dan sejarawan umumnya berpendapat instrumen musik perkusi merupakan alat bantu bermain musik pertama yang pernah diciptakan, sementara suara manusia merupakan alat musik pertama yang digunakan manusia. Instrumen perkusi seperti tangan, kaki, tongkat, batu, dan batang kayu sangat mungkin masuk sebagai generasi selanjutnya dalam evolusi musik.
Seiring dengan dibuatnya perkakas yang digunakan untuk berburu, dan bertani, keahlian dan teknologi yang ada membuat manusia mampu untuk membuat instrumen yang lebih kompleks. Sebagai contoh, batangan kayu sederhana dilubangi agar menghasilkan bunyi dalam intonasi yang lebih panjang (sebagai contoh: bedug, gendang), dan beberapa instrumen tersebut selanjutnya dikombinasikan untuk menghasilkan ragam suara yang berbeda.
Klasifikasi
Instrumen perkusi diklasifikasikan ke dalam bermacam-macam kriteria, kadang-kadang bergantung pada konstruksinya, adat istiadat/tradisi, fungsi dalam teori musik dan orkestra, atau kelaziman dengan pengetahuan umum yang ada.
Instrumen perkusi kadang-kadang dikasifikasikan sebagai "instrumen berintonasi" atau "instrumen tak berintonasi". Meskipun benar, klasifikasi demikian secara luas terlihat masih kurang tepat. Klasifikasi yang dianggap lebih informatif dalam menjelaskan suatu instrumen perkusi adalah berdasarkan satu atau beberapa dari empat paradigma berikut:
Berdasarkan cara suara dihasilkan
Banyak literatur, termasuk dalam "Teaching Percussion" oleh Gary Cook dari Universitas Arizona, mulai meneliti karakteristik fisik dari instrumen dan cara suara dihasilkan. Paradigma ini dianggap sebagai metode yang paling dapat diterima secara keilmuan dan memudahkan untuk membuat model penamaan dibandingkan dengan paradigma lain yang lebih bergantung pada sejarah dan lingkungan sosial yang ada. Dari hasil observasi dan sejumlah eksperimen, penentuan berdasarkan klasifikasi dari metode suara dihasilkan bisa dimasukkan pada salah satu dari lima kategori berikut:
Idiofoni
"Idiofoni menghasilkan suara melalui getaran dari seluruh badan instrumen."[1] Contoh instrumen-instrumen yang termasuk dalam kategori idiofoni:
* Bel
* Bock-a-da-bock
* Celesta
* Chimes
* Simbal
* Hi-hat
* Marimba
* Singing bowls
* Slit drum
* Suspended Cymbal
* Triangle
* Vibraphone
* Wood block
* Xylophone
* Vibraslap
* Cabasa
* Güiro
Membranofoni
Kebanyakan instrumen perkusi yang dikenal sebagai "drum" termasuk dalam kategori membranofoni. "Membranofoni menghasilkan suara saat membran tersebut dipukul."[1] Contoh instumen-instrumen yang termasuk dalam kategori membranofoni:
* Snare drum
* Tom-tom
* Drum bass
* Timpani
* Drum bongo
* Djembe
* Conga
Kordofoni
Hampir semua jenis instrumen yang termasuk dalam kategori "kordofoni" didefinisikan sebagai string instrument, beberapa contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
* Hammered dulcimer
* Piano
* Onavillu
* Harpsichord
Aerofoni
Hampir semua jenis instrumen yang masuk dalam kategori "aerofoni" didefinisikan sebagai instrumen musik tiup kayu seperti saksofon, pada instrumen tersebut suara dihasilkan karena tiupan udara kedalam instrumen. Namun beberapa jenis instrumen berikut, jika digunakan dalam suatu permainan musik, dimainkan sebagai bagian dalam ensembel perkusi.
* Whip crack
* Sirine
* Pistol: ledakkan pistol dikategorikan sebagai bentuk suara yang dihasilkannya.
Elektrofoni
Elektrofoni termasuk pula sebagai instrumen perkusi. Dalam konteks yang lebih sempit, setiap instrumen yang masuk dalam kategori elektrofoni membutuhkan spiker (benda yang termasuk dalam kategori "idiofoni" yang menekan udara sehingga menciptakan gelombang suara). Beberapa contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini adalah:
* Komputer dan instrumen MIDI (contoh: drum machine atau zenddrum)
* Theremin
Berdasarkan fungsi pada permainan musik atau orkestra
Pengklasifikasian berdasarkan fungsi dibedakan pada: instrumen perkusi bernada, dan instrumen perkusi tak bernada.
Sebagai contoh, beberapa instrumen perkusi (seperti Marimba dan timpani) menghasilkan suara pada intonasi yang kuat sehingga dapat memainkan melodi dan berfungsi menciptakan harmoni dalam permainan musik. Instrumen lain seperti simbal dan snare drum menghasilkan suara tak bernada.
Instrumen musik perkusi bernada
Instrumen perkusi dalam kelompok ini kadang-kadang disebut sebagai "tuned", "pitched" atau sederhananya "pit".
Contoh instrumen perkusi bernada:
* Chimes
* Crotales
* Glass harp
* Glass harmonica
* Lira
* Marimba
* Steelpan
* hang drum
* Tubular bell
* Timpani
* Tuned Triangle
* Vibraphone
* Wind chimes
* Xylophone
* Xylo-marimba
* Tabla
Instrumen musik perkusi tak bernada
Instrumen yang termasuk dalam kategori ini kadang-kadang disebutkan sebagai "non-pitched", "unpitched", atau "untuned". Fenomena atas ini muncul disebabkan suara yang dihasilkan oleh instrumen memiliki frekuensi yang kompleks sehingga tidak dapat ditentukan sebagai sebuah nada.
Contoh instrumen perkusi tak bernada:
* Anvil
* Drum bass
* Castanets
* Simbal
* Gong
* Snare drum
* Tom-tom
* Rainstick
Bedasarkan kelaziman menurut pengetahuan umum
Meskipun sulit untuk mendefinisikan arti dari "pengetahuan umum", terdapat beberapa instrumen yang digunakan oleh perkusionis dan komposer dalam permainan musik yang tidak dapat layak dimasukkan sebagai sebuah instrumen musik . Karenanya, untuk membedakan instrumen satu dengan lainnya adalah berdasarkan penerimaan dan pertimbangan dari pendengar secara umum.
Contoh, banyak kalangan menganggap anvil, brake drum, atau kaleng drum yang digunakan untuk menampung minyak sebagai instrumen musik, meski benda-benda tersebut cukup sering digunakan oleh komposer dan perkusionis dalam musik modern yang ada saat ini.
Beberapa jenis instrumen musik perkusi yang termasuk dalam kategori ini adalah:
Populer
* Drum kit
* Gong
* Tamborin
Kurang populer
* Sapu
* Pot bunga
* Botol galon
* Kaleng minuman
* Pipa besi
* Tas plastik
* Kereta belanja
* Roda sepeda
* Bebatuan
* Tong
Berdasarkan Adat istiadat/tradisi
Diskusi atas instrumen perkusi terkait dengan budaya asal atas instrumen tersebut merupakan hal yang tidak umum dilakukan karena cenderung akan membuat pemisahan divisi atara instrumen yang masuk dalam kategori "umum" atau "modern", dengan instrumen tradisional yang memiliki kegunaan atau nilai sejarah yang kuat pada tradisi masyarakat ataupun suku bangsa tertentu.
Instrumen perkusi tradisional
Beberapa jenis instrumen perkusi yang termasuk dalam kategori ini adalah:
* Berimbau
* bodhrán
* Bombo legüero
* Cajon
* Dhol
* Dholak
* Djembe
* Gamelan
* Kpanlogo
* Lagerphone
* Latin percussion
* Marimbula
* Pogo cello
* Steelpan
* Thavil
* Urumee
* Udukai
* Mridangam
* Taiko
* Timbal
* Tonbak
Drum umum
Kategori berikut mencakup instrumen-instrumen yang populer dan luas digunakan di dunia:
* Drum kit, typically consisting of:
o Drum bass
o Snare drum
o Floor tom
o Tom-tom drums
o Hi-Hat cymbals
o Crash cymbal
Fungsi
Instrumen musik perkusi tidak hanya dimainkan sebagai pengiring/ritmis, melainkan pula sebagai melodi dan memainkan harmoni.
Perkusi umum dianggap sebagai "tulang punggung", atau "jantung" dari sebuah pertunjukan musik, dalam permainan seringkali dikolaborasikan bersama instrumen bass. Pada musik jazz dan musik populer, bassis dan drummer seringkali dikelompokkan sebagai seksi ritmis. Kebanyakan musik-musik klasik yang ditulis untuk penampilan sebuah orkestra penuh sejak zaman Hadyn dan Mozart menggunakan alat-alat musik string, tiup kayu, dan tiup logam. Namun demikian, seringkali setidaknya sepasang timpani diikutsertakan di dalamnya, meski tidak digunakan secara aktif dalam keseluruhan pertunjukkan (hanya mengisi bagian-bagian tertentu). Pada abad ke delapan belas dan sembilan belas, jenis instrumen musik perkusi yang digunakan mulai beragam seperti triangle dan simbal, meski masih berfungsi seperti halnya timpani, untuk memberi penekanan pada bagian tertentu dalam musik. Barulah pada abad ke dua puluh instrumen musik perkusi mulai sering digunakan dalam pertunjukkan musik-musik klasik.
Dalam setiap jenis musik, perkusi memainkan peranan yang penting. Dalam pertunjukkan marching band, perkusi digunakan sebagai penjaga tempo, dan beat yang memungkinkan para pemain berjalan secara serempak dan dalam irama dan kecepatan yang sama. Dalam musik jazz klasik, pendengar dapat dengan segera membedakan jenis ritme dari hi-hat atau bunyi simbal saat kata "swing" diucapkan. Dalam kultural musik yang lebih populer, hampir tidak mungkin untuk menamakan tiga atau jenis irama pada musik rock, hip-hop, rap, funk atau bahkan soul karena pola permainan perkusi tidak memiliki irama dengan beat yang sama.
Disebabkan ragam jenis instrumen perkusi yang luas, tidak jarang ditemukan ensembel musik besar dengan keseluruhan instrumen yang dimainkannya adalah instrumen perkusi. Ritmis, melodi, dan harmoni semua muncul dan hidup dalam penampilan tersebut, dan seringkali merupakan pertunjukan yang menarik.
Dari: Wikipedia
Pengertian Senar Drum
Snare drum merupakan drum yang dilengkapi dengan beberapa baris tali senar (terbuat dari kabel baja, atau plastik) yang direntangkan secara melintang pada membran yang terdapat pada sisi sebelah bawah. Beberapa jenis snare drum yang umumnya digunakan dalam organisasi kemiliteran menambahkan sejumlah senar tambahan pada sisi bawah sebelah dalam dengan tujuan untuk mendapatkan suara yang lebih jernih, caixa brazil bahkan meletakkan senar pada membran di sisi atas. Snare drum merupakan salah satu komponen drum terpenting (jika bukan yang terpenting) pada drum kit.
Pemanfaatannya dalam musik populer, terutama pada drum kit rock (musik), snare drum biasanya digunakan untuk memainkan pola backbeat[1]
Pola backbeat populer[1]
Cara menggunakan
Seperti halnya alat musik perkusi lainnya, snare drum dibunyikan dengan cara dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus (yang lebih dikenal sebagai drumstick) termasuk pula kuas dan rute, untuk bunyi yang lebih lembut. Saat dimainkan menggunakan stik, drummer bisa memukul snare drum pada membran, pinggiran membran, atau bahkan stem besi penutup pada sisi-sisinya. Masing-masing jenis pukulan tersebut akan menghasilkan suara yang berbeda-beda.
Snare drum snare drum umumnya terbuat dari bermacam-macam ragam jenis kayu, ataupun metal, biasanya diameter snare drum berkisar 14 inci. Marching snare drum umumnya berukuran lebih dalam dibandingkan ukuran snare drum biasa yang digunakan pada orkestra, ataupun drumkit.
Sejarah
Snare drum diperkirakan merupakan turunan dari Tabor[2][3] (drum pada abad pertengahan) yang umumnya digunakan pada masa perang. Drum sederhana dengan tali senar sederhana ini menjadi populer dikalangan militer swiss pada era tahun 1400-1500-an sebagai akibat dari pengaruh militer Ottoman turki yang juga menggunakan drum. Pengembangan selanjutnya di tahun 1600-an, dengan menggunakan baut untuk mengaitkan tali senar yang menghasilkan suara yang lebih jernih. Sementara snare drum dari metal mulai muncul sekitar tahun 1900-an.
Membran snare drum pada umumnya terbuat dari kulit binatang, penghargaan atas temuan penggunaan plastik sebagai membran (mylar) diberikan kepada Marion "Chick" Evans[4] yang pertama kali muncul pada tahun 1956.
Kategori: Alat musik perkusi
Website: Wikipedia
Pemanfaatannya dalam musik populer, terutama pada drum kit rock (musik), snare drum biasanya digunakan untuk memainkan pola backbeat[1]
Pola backbeat populer[1]
Cara menggunakan
Seperti halnya alat musik perkusi lainnya, snare drum dibunyikan dengan cara dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus (yang lebih dikenal sebagai drumstick) termasuk pula kuas dan rute, untuk bunyi yang lebih lembut. Saat dimainkan menggunakan stik, drummer bisa memukul snare drum pada membran, pinggiran membran, atau bahkan stem besi penutup pada sisi-sisinya. Masing-masing jenis pukulan tersebut akan menghasilkan suara yang berbeda-beda.
Snare drum snare drum umumnya terbuat dari bermacam-macam ragam jenis kayu, ataupun metal, biasanya diameter snare drum berkisar 14 inci. Marching snare drum umumnya berukuran lebih dalam dibandingkan ukuran snare drum biasa yang digunakan pada orkestra, ataupun drumkit.
Sejarah
Snare drum diperkirakan merupakan turunan dari Tabor[2][3] (drum pada abad pertengahan) yang umumnya digunakan pada masa perang. Drum sederhana dengan tali senar sederhana ini menjadi populer dikalangan militer swiss pada era tahun 1400-1500-an sebagai akibat dari pengaruh militer Ottoman turki yang juga menggunakan drum. Pengembangan selanjutnya di tahun 1600-an, dengan menggunakan baut untuk mengaitkan tali senar yang menghasilkan suara yang lebih jernih. Sementara snare drum dari metal mulai muncul sekitar tahun 1900-an.
Membran snare drum pada umumnya terbuat dari kulit binatang, penghargaan atas temuan penggunaan plastik sebagai membran (mylar) diberikan kepada Marion "Chick" Evans[4] yang pertama kali muncul pada tahun 1956.
Kategori: Alat musik perkusi
Website: Wikipedia
Pingin berenang... :'(
Aku pingin berenang...
Pingin nyelup-nyelup keair!
Hehehe.. Tp kalo abis berenang biasanya badanku gak enak...
Jadi kaya panas gitu..
Waktu sinauwisata aja aku keAncol Atlantis.
Tapi, aku belum terlalu bisa.
Tp tetep aja, sekarang juga belum bisa.
Hahaha... ;P
Pingin nyelup-nyelup keair!
Hehehe.. Tp kalo abis berenang biasanya badanku gak enak...
Jadi kaya panas gitu..
Waktu sinauwisata aja aku keAncol Atlantis.
Tapi, aku belum terlalu bisa.
Tp tetep aja, sekarang juga belum bisa.
Hahaha... ;P
Jumat, 14 Januari 2011
I Like Drumband! :D
Senang banget, waktu tahu bahwa ada pembaruan exskul Drumband!
Tapi, awalnya aku pingin langsung berhenti aja tuh ikut Drumband!
Nih aku ceritain
Sabtu, 15 Januari 2011...
Aku langsung menuju ruang tempat menyimpan alat Drumband.
(Asyiknya aku gak Pramuka)
Aku buru-buru aja tuh biar aku kedapetan SenarDrum.
Ternyata, pas diBangsal, udah ada guru Drumband baru.
Namanya kak Dewi, kak Sari, kak Frenky, kak Yuda, sama satu lagi
aku lupa namanya.
Pas udah kenalan, aku latihan PBB (peraturan baris-berbaris)
Aku dijemur! Dalam hati aku ngomong < set, dah. Mending ikut pramuka dah daripada ikut PBB yang ngebosenin ini! >
Jadi tuh kalo siap gerak, itu, tangannya harus dikepal, dada dibusungkan, dagu dinaikkin (mirip orang sombong). Kalo istirah ditempat, tangannya harus bertolak pinggang, dan dagu dinaikkan. Repot kan? Terus pemilihan alat Drumband. Pas dipilih aku loncat-loncat gitu deh.. Hehehe..
Aku diajarin sama kak Frenky. Agak susah deh, mana pegel lagi!
Tapi enak, pas istirahat, aku piknik, sama anak-anak SenarDrum. Tapi sempet digangguin kak Fadil! Nyebelin!
Pas udah selesai latihan, kan dapet pengarahan terus, bakal dibuatin nametag! Enak kan? Enak dong! :P
Hehehe... udah yah ceritanya, tanganku pegel!
Hehehehe... :D
Tapi, awalnya aku pingin langsung berhenti aja tuh ikut Drumband!
Nih aku ceritain
Sabtu, 15 Januari 2011...
Aku langsung menuju ruang tempat menyimpan alat Drumband.
(Asyiknya aku gak Pramuka)
Aku buru-buru aja tuh biar aku kedapetan SenarDrum.
Ternyata, pas diBangsal, udah ada guru Drumband baru.
Namanya kak Dewi, kak Sari, kak Frenky, kak Yuda, sama satu lagi
aku lupa namanya.
Pas udah kenalan, aku latihan PBB (peraturan baris-berbaris)
Aku dijemur! Dalam hati aku ngomong < set, dah. Mending ikut pramuka dah daripada ikut PBB yang ngebosenin ini! >
Jadi tuh kalo siap gerak, itu, tangannya harus dikepal, dada dibusungkan, dagu dinaikkin (mirip orang sombong). Kalo istirah ditempat, tangannya harus bertolak pinggang, dan dagu dinaikkan. Repot kan? Terus pemilihan alat Drumband. Pas dipilih aku loncat-loncat gitu deh.. Hehehe..
Aku diajarin sama kak Frenky. Agak susah deh, mana pegel lagi!
Tapi enak, pas istirahat, aku piknik, sama anak-anak SenarDrum. Tapi sempet digangguin kak Fadil! Nyebelin!
Pas udah selesai latihan, kan dapet pengarahan terus, bakal dibuatin nametag! Enak kan? Enak dong! :P
Hehehe... udah yah ceritanya, tanganku pegel!
Hehehehe... :D
Langganan:
Postingan (Atom)




